Sebagai bagian penting dari bidang perlindungan aus industri, ketahanan suhu tinggi dari keramik tahan aus selalu menjadi salah satu fokus perhatian semua orang. Terutama dalam beberapa kondisi kerja dengan perubahan suhu yang besar atau suhu lingkungan yang tinggi, pemilihan jenis keramik tahan aus yang tepat dan metode pemasangan yang benar sangat penting untuk produksi yang aman, penghematan energi, dan efisiensi tinggi. Jadi, apa saja faktor utama yang memengaruhi ketahanan suhu tinggi dari keramik tahan aus?
1. Kemurnian material keramik tahan aus: Keramik tahan aus yang sering kita bicarakan sebagian besar merujuk pada keramik tahan aus alumina, dan kemurnian alumina memiliki dampak langsung pada ketahanan suhu tinggi keramik tahan aus. Keramik tahan aus alumina disinter pada suhu tinggi 1700°C dan memiliki ketahanan suhu tinggi yang sangat baik. Namun, dalam aplikasi praktis, jika kemurnian alumina tidak tinggi, keramik akan mengandung unsur lain. Material ini akan menunjukkan sifat ekspansi dan kontraksi termal yang berbeda pada suhu tinggi atau pendinginan dan pemanasan mendadak karena sifat yang berbeda. Situasi ini tidak terlalu jelas ketika perubahan suhu lambat atau rentang perubahannya kecil, tetapi ketika suhu berubah drastis atau mencapai suhu tinggi 800, 900 atau bahkan 1.000 derajat, perubahan ini akan berdampak besar, dan keramik dengan kemurnian yang lebih tinggi perlu dipilih.
2. Metode pemasangan: Metode pemasangan keramik tahan aus juga berdampak langsung pada ketahanan suhu tinggi keramik. Misalnya, ketika perekat keramik biasa digunakan untuk merekatkan keramik, kisaran suhu tinggi yang dapat ditahannya sekitar 150°C. Perekat suhu tinggi dapat meningkatkan suhu ini hingga 200°C, tetapi begitu kisaran ketahanan suhu perekat terlampaui, viskositas perekat akan terpengaruh, yang dapat dengan mudah menyebabkan keramik terlepas. Dibandingkan dengan metode perekatan, keramik yang dipasang dengan metode pengelasan stud dan alur ekor merpati dapat menahan suhu tinggi hingga 750°C. Pipa keramik tahan aus yang dibentuk secara integral dapat sangat mengurangi keterbatasan metode pemasangan pada ketahanan suhu keramik.
3. Material komposit dengan keramik: Keramik sering digunakan dalam kombinasi dengan material lain, seperti logam, karet, dan lain-lain. Dalam hal ini, ketika menilai ketahanan suhu tinggi dari keramik tahan aus, kita harus mempertimbangkan ketahanan suhu dari material komposit. Misalnya, material komposit keramik-karet tidak cocok untuk digunakan dalam kondisi suhu tinggi.
Singkatnya, ada tiga faktor utama yang memengaruhi ketahanan suhu tinggi dari keramik tahan aus, sehingga faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan secara komprehensif saat memilih keramik tahan aus.
Waktu posting: 26 April 2025
